Pengikut

Kamis, 30 Agustus 2018

Menu-Menu Dalam Datacenter ProxmoxVE

Banyak menu pada proxmox dan berada pada Datacenter yaitu Search, Summary, Options, Storage, Backup, Users, Groups, Pools, Permissions, Roles, Authentication, HA, Firewall, dan Support seperti gambar berikut ini:

Kita akan melihat masing-masing menu tersebut seperti penjelasan-penjelasan di bawah ini
  1. Menu Search

    Pada menu Search ini kita dapat melakukan search. Pada gambar tampak ada node, virtual machine dan storage yang masuk dalam cluster ini.
     
  2. Menu Summary

    Pada menu Summary ini kita akan melihat summary informasi cluster.
      
  3. Menu Options

    Pada menu Options ini kita akan melihat setting dari Keyboard Layout, HTTP Proxy, setting default Console, dan email address.
      
  4. Menu Storage

    Pada menu Storage ini kita akan melihat storage-storage yang dimasukkan dalam cluster ini.
    Jika kita klik Add maka kita bisa melihat storage-storage yang didukung seperti gambar di bawah ini

     
  5. Menu Backup

    Pada menu Backup ini kita akan membuat scheduling backup.
     
  6. Menu Users

    Pada menu Users ini kita akan melakukan manajemen pengguna.
     
  7. Menu Groups

    Pada menu Groups ini kita akan mengelompokkan pengguna untuk memudahkan manajemen user.
      
  8. Menu Pools

    Pada menu Pools ini kita akan membuat pengelompokan resources
      
  9. Menu Permissions

    Pada menu Permissioons ini kita akan melakukan manajemen Permissions.
     
  10. Menu Roles

    Pada menu Roles ini kita akan melihat Roles.
     
  11. Menu Authentiation

    Pada menu Authentification ini kita akan melakukan manajem authentification.
  12. Menu HA

    Pada menu HA ini kita akan melakukan manajemen terkait High Availability.
     
  13. Menu Firewall

    Pada menu Firewall ini kita akan melakukan manajemen Firewall.
     
  14. Menu Support

    Pada menu support ini akan menampilkan informasi mengenai level subscription ke Proxmox VE.

Kamis, 06 April 2017

Cara Membuat CT di Proxmox

Sebelumnya daya memposting tentang cara menginstall Proxmox Menggunakan VirtualBox, nah sekarang saya akan share tentang cara membuat Container Template (CT).
Sekilas saya bahas mengenai Container Template.

Apasih yang dinamakan dengan CT/Container Template? Container Template adalah hamper sama dengan VM tetapi hanya saja Container Template tidak ada tahap instalasi Seperti VM.

Dan Apasih yang dinamakan dengan VM/Virtual Machine? Virtual Machine adalah sebuah software yang mempunyai kemampuan untuk membuat computer virtual yang mempunyai kemampuan sama seperti komputer aslitergantung spesifikasi yang kamu atur dari software virtual machine itu sendiri. Secara singkat kamu dapat membuat komputer di dalam komputer menggunakan software vitual machine.

Sebelum membuat CT dan jangan lupa siapkan File CT/Template beserta Install Java Consolenya , Upload file CT/Template ke Proxmox kita. Pilih Data Center > Node Kita > Local > Contents > Upload

Jika anda sudah, Pilih Content Ubah menjadi Container Template > Select File (Cari file CT anda di mana anda menyimpannya) > Upload
Apa bila sudah Selesai Upload dengan munculnya tampilan

Create CT
Pada tab general isikan
Hostname: Sesuai keinginan anda
Password : Sesuai keinginan anda
Confirm Password : Sesuai yang anda isi dalam password
Kemudian Next



Pada menu template pilih template yang sudah diupload tadi, Kemudian Next

Pada menu Root Disk pilih Disk size dan sesuaikan dengan kapasitas yang anda butuhkan, Kemudian Next

Pada menu CPU, setting CPU limit dan CPU unit sesuai kebutuhan, Kemudian Next

Pada menu Memory atur memory dan swap yang anda butuhkan (disini daya mengatur Memory 256MB), Kemudian Next

Pada menu Network pilih menu IPv4/CIDR: sesuai keinginan anda, dan Gateway (IPv4) (saya mengisikan dengan 192.168.100.3/24 dan Gateway (IPv4) 192.168.100.1 ), Kemudian Next
Pada menu DNS, jika anda memiliki DNS yang ingin digunakan silahkan isikan disini, jika tidak silahkan dikosongkan saja ( saya mengisikan dengan 8.8.8.8 ), Kemudian Next

Tampilan konfirmasi dari konfigurasu tadi, dapat kita cek lebih lanjut jika kurang sesuai bias dirubah lagi. Kemudian Finish dan tunggu sampai muncul TASK OK.



Sekian Terima Kasih. Telah mengunjungi Blog saya, untuk apapun yang mencakup kekurangan mohon dimaafkan.

Rabu, 05 April 2017

PENGENALAN HYPERVISOR

Pengenalan Hypervisor

Assalamualaikum Wr. Wb 

Apa kabar nih? Semoga selalu sehat ya amin... Pada postingan kali ini saya akan membahas Pengenalan Hypervisor. Langsung saja kepada intinya karna saya tidak suka berbasa-basi.

Hypervisor merupakan suatu landasan bagi virtualisasi atau software khusus yang menyebabkan berbagi sistem operasi dapat berjalan secara simultan pada sebuah computer. Hypervisor kadang disebut juga sebagai VMM atau Virtual Machine Monitor. Hypervisor sudah ada sejak tahun 1970 yang diimplementasikan pada IBM CP-370 yang merupakan reimplemantasi dari CP-67 untuk system/370. Hypervisor disebut juga VM/370 sekarang lebih dikenal z/VM yang menjadi dasar bagi virtualisasi linux dan opensolaris pada IBM System z.

Jenis - Jenis Hypervisor

Secara Umum Hypervisor ada 2 jenis:

  1. Hypervisor Type 1 (Bare-Metal Architecture) Berjalan secara langsung pada hardware yang digunakan. Artinya tidak diperlukan sistem operasi untuk menjalankan hypervisor.

    Contoh:
    • CP/CMS yang dibuat IBM pada tahun 1960
    CMS (Content Management Server) Berfungsi sebagai interface antara RBT Server dengan beberapa Content Provider (CP). CMS menyediakan berbagai jenis tipe koneksi dalam IP network environment, konek tersebut dapat berupa HTTP untuk koneksi via Web/ Internet atau berupa Billing Server untuk keperluan pencatatan raw data CDR dan sebagai basis untuk pembuatan billing dan rekonsialisasi dengan pihak content provider.
    IBM LPAR (PR/SM)
         Dalam mainframe komputasi PR / SM (Sumber Daya Processor / Manajer Sistem) adalah jenis-1 Hypervisor (mesin memantau virtual) yang memungkinkan beberapa partisi logis untuk berbagi sumber daya fisik seperti CPU, I / O saluran dan perangkat penyimpanan akses langsung (DASD ). Hal ini terintegrasi dengan semua mesin IBM System z. IBM memperkenalkan PR / SM pada tahun 1988 dengan prosesor IBM 3090.
          IBM mengembangkan konsep hypervisors di CP-40 dan CP-67, dan pada tahun 1972 disediakan untuk S / 370 sebagai Virtual Machine Fasilitas / 370. [2] IBM memperkenalkan Mulai Interpretive Eksekusi (SIE) instruksi sebagai bagian dari 370-XA pada 3081, dan VM / XA versi VM untuk memanfaatkannya. PR / SM adalah jenis-1 Hypervisor berdasarkan komponen CP dari VM / XA yang berjalan secara langsung pada tingkat mesin dan mengalokasikan sumber daya sistem di seluruh LPARs untuk berbagi sumber daya fisik. Ini adalah fitur standar pada mesin IBM System z
    • Citrix XenServer
    • Xen Cloud Platfrom
    • Vmware ESX/ESXi
    • Microsoft Hyper-V
  2. Hypervisor Type 2 (Hosted Architecture) Merupakan sebuah aplikasi yang diinstall diatas sistem operasi yang aman. Kita mengistall sistem operasi seperti Windows, Linux, MacOs dan sebaigainnya kemudia menginstall Hypervisor diatas sistem operasi tersebut.

    Contoh:
    • VitualBox
    • VitualPC
    • VMWare GSXServer/Workstation



Kelebihan dan Kekurangan Type 1 dan Type 2

Dari Segi Performa
Type 1 akan bekerja lebih baik dibandingkan dengan Type 2 karena bisa berjalan langsung diatas hardware. Sehingga Resources computer yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Hypervisor.

Dari Segi Fleksibilitas
Type 2 lebih unggul kida dapat lebih mudah untuk melakukan konfigurasi jika menggunakan sistem operasi Windows, MacOs atau sistem operasi yang berbasis Grafis. Selain itu berbagai jenis hardware dapat didukung, sebab telah ditangani oleh sistem operasi yang digunakan.

Cara Menginstall Proxmox melalui VirtualBox

Hey Guys, kali ini saya akan memposting cara menginstall proxmox melalui VirtualBox

yang dibutuhkan:

1. Listrik
2. Laptop
3. VirtualBox
4. Iso Proxmox

saya akan sekilas memperkenalkan proxmox, yuk langsung saja






Proxmox VE (Virtual Environment) adalah salah satu distro Linux dari basis Debian yang mempunyai fungsi khusus sebagai virtualisasi baik appliance maupun operating system. Proxmox berjalan dengan mode text, walaupun seperti itu Proxmox akan lebih mudah dikonfigurasi melalui akses remote dengan web based. Untuk sekarang Proxmox dengan release terbaru adala Proxmox VE 2.3 Proxmox support beberapa jenis platform virtualisasi seperti KVM dan OpenVZ. Dengan berbasis distro Debian Stable dan menggunkan kernel khusus untuk virtualisasi menjadikan Proxmox VE sebuah Bare Metal Virtualtation Platform yang power full. Bare Metal adalah sistem komputer dimana mesin virtual dipasang langsung pada komputer dala sistem operasi tanpa diinstall terlebih dahulu aplikasi tertentu.


Instalasi Proxmox di VirtualBox mudah saja dan sama saat kita install di mesin fisik, hanya saja butuh settingan yang betul. Berikut tata cara Installasi Proxmox di atas VirtualBox dengan benar dan sudah saya simulasikan sebelumnya.


Setelah semua sudah siap bukalah VirtualBox anda dan klik New maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini : Berilah nama VM anda




Klik Next. Lalu berikan RAM untuk si Proxmox. Hitungannya adalah setengah dari RAM Laptop/PC anda. Di tulisan kali ini saya berikan 1 GB.



Langkah selanjutnya by default saja. Tinggal klik Create dan Next sampai muncul untuk memberikan space Harddisk si Proxmox.
Klik Create

Next

Next

Alokasikan space untuk Harddisk Proxmox. Berikan 8 GB sudah lebih dari cukup jika hanya untuk simulasi installasi

Saat anda klik Create maka VM Proxmox sudah terbuat di VirtualBox. Setelah itu klik di bagian setting untuk mengatur si Proxmox. Biarkan by default untuk bagian General. Pindah ke menu System. Hilangkan Floppy karena hari gini sudah gak ada floppy :D

Display pun biarkan default. Pada di bagian Storage ini adalah tahapan yang paling penting karena file installer berada di bagian ini. tambahkan iso proxmox di bagian yang empty. Cara menambahkannya dengan klik di gambar CD. Maka jika sudah muncul iso Proxmox. Di installer ini saya masih menggunakan Proxmox 4.2

Audio biarkan apa adanya. Pada bagian Network arahkan network ke Bridged Adapter.
Saat sudah ok semuanya. Maka jalankan dengan klik Start di VM Proxmox maka semestinya akan muncul tampilan seperti di bawah ini.
Pada tahap awal tekanlah Enter untuk melakukan installasi.
Si Proxmox akan loading sehingga muncul Proxmox License Agreement. Klik I Agree. Tidak perlu khawatir karena Proxmox ini free. Jadi bebas bisa di pakai kapanpun dan dimana saja.
Langkah selanjutnya adalah pilihan Disk untuk menginstall Proxmox. Jika hanya ada 1 Disk maka si Proxmox akan langsung memilih Disk tersebut untuk melakukan installasi. Klik Next
Selanjutnya pilihan Lokasi dan Time Zone. Pilihlah sesuai kota anda berada. Klik Next
Pada tahap ini anda harus memasukkan password si Proxmox dan email. Klik Next
Isikan Hostname dan IP Adress yang akan digunakan untuk si Proxmox. Klik Next
Setelah semuanya selesai di setting. Proxmox akan melakukan installasi hingga selesai jika tidak ada masalah si proxmox akan meminta di Reboot. Klik Reboot maka tahapan installasi anda telah selesai. Dan jangan lupa untuk melepas disk proxmox



Setelah Proxmox selesai Reboot. Untuk mengakses si Proxmox buka Web Browser anda dan ketikkan alamat IP si Proxmox. Maka akan munculan tampilan proxmox. Anda akan diminta untuk mengisikan password Proxmox jika ingin masuk.
Username : root

Tahap installasi telah selesai. Dan selamat belajar

Selasa, 06 Desember 2016

Cara Setting Mikrotik Dengan Menggunakan VirtualBox

Hey, minna-san

Kali ini saya akan bagikan informasi cara setting atau mengatur mikrotik di virtualbox. Pada artikel ini dapat dibilang sangat lengkap karena disini saya akan share tips setting lengkap beserta gambarnya jadi temen-temen bisa lebih mudah untuk mempelajarinya.

Langsung saja dibaca berikut ulasan mengenai cara setting mikrotik beserta gambar di virtualbox yang mudah-mudahan bermanfaat untuk anda.

1. Pertama, tentukan nama OS dan Version yang kita inginkan . Di Operating System Pilih Other, dan di Version Pilih Other/Unknown
1
2. Tentukan memori yang ingin kita gunakan. Disini saya pilih Default.
2
3. Pilih Create New Harddisk untuk membuat baru, tapi jika sudah ada file VDInya jangan pilih Create lagi tapi pilih Use.
3
4. Setelah sudah selesai , selanjutnya kita setting Networknya. Saya memakai 2 ethernet, maka disini saya di eth1 menggunakan bridge adapter. Dipilih karena untuk membuat IP sendiri sesuai kemauan kita di Virtual Box nantinya.
4
5. Di Ethernet 2 kita setting sebagai Internal Network. Internal Network digunakan karena agar IP yang kita gunakan nanti tidak mudah konflik dengan komputer lain yang berada dalam satu jaringan dengan kita.
5
6. Jika sudah, sekarang di Storage kita setting untuk menambahkan ISO dengan memilih Gambar “CD” di paling kanan atas” . Setelah itu, pilih dimana tempat kita menaruh ISO dari Mikrotik tersebut. Jika sudah maka akan seperti daerah yang berwarna biru.
6
7. Setelah itu pilih Start untuk memulai, setelah itu Setting Dasar Mikrotik
7
8. Berikutnya akan muncul tampilan login seperti gambar berikut, Username = Admin dan Password = (kosong) .:)
13
9. Berikutnya, tekan tombol huruf “a”  di keyboard untuk memilih semua aplikasi yang kita ingin gunakan.
8
10. Lalu tekan huruf “i” untuk memulai konfigurasi. Akan muncul tampilan seperti ini.
10
11. Jika sudah, tekan enter untuk me-reboot . Software akan terinstall :)
11
12. Kemudian akan tampil lagi seperti awal pertama kali menginstall , nah jangan panik :) . Lalu Pilih Devices setelah itu hilangka tanda centang pada ISO Mikrotik yang tadi kita tambahkan.
12
13. Nah, mulai disini kita konfigurasi Dasar Mikrotiknya, ketikkan perintah dibawah ini untuk menambahkan IP Address yang kita inginkan. Disini saya menambahkan IP untuk ethernet 1
14
14. Berikutnya di ethernet 2 ketikkan perintah berikut untuk menambah IP. Disini saya menambahkan IP yang berbeda kelas dengan IP yang pertama di eth1.
15
15. Selanjutnya, untuk melihat apakah IP yang kita setting sudah ada atau belum yaitu dengan mengetikkan perintah ip address print
16
16. Setelah IP address, lalu saya akan coba menambahkan IP gateway yaitu denga perintah sebagai berikut.
17
17. Setelah IP  DNS , selanjutnya setting IP DNS dengan perintah sebagai berikut . Ip Gateway, Server, dll itu terserah kita sebagai Admin ya ingin menggunakan IP kelas berapa.
18
18. Terakhir, kita lakukan NAT MASQUERADE untuk menjembatani anatar IP eth1 dengan IP eth2 dengan perintah sebagai berikut. Fungsinya apa? agar eth1 dengan eth2 yang berbeda kelas IP itu dapat berkomunikasi satu sama lain.
19
19. Sekarang kita pindah ke WinBox, install dulu WinBoxnya lalu akan muncul tampilan seperti berikut, kemudian tuliskan IP eth1 yang kita tuju setelah itu Connect. Disini nantinya yang akan kita gunakan untuk membuat Hotspot
20
20. Berikutnya akan tampil tampilan License dari WinBox. Setelah itu pilih OK untuk menyetujuinya .
21
21. Langkah pertama untuk setting di WinBox adalah ke menu “ip” lalu pilih hotspot .
22
22. Lalu pilih hotspot setup kemudian akan muncul tampilan berikut ini. Pilih Ethernet 1 sebagai Eth1 yang akan kita gunakan sebagai Hotspot
23
23. Berikutnya, Akan tampil tampilan Address dari Hotspot Network yang akan kita gunakan nanti. Karena IP yang terhubung dengan Internet itu Ip eth1 maka saya pilih Default saja, yaudah kalo defalut mah langsung Next saja :)
24
24. Searang tentukan Address Poolnya aau Range ddress dari Hotspot yang ingin kita buat nantinya. Jika Poolnya masih 2, nah kita rubah menjadi 1 saja karena saya pernah mencoba jika 2 pool diaktifkan maka tidak akan bisa connect ke hotspot. Ciyusan deh :)
25
26
25. Untuk SSL Certificate, pilih None aja. Langsung aja Next
27
26. SMTP Server ? Gak ngerti kan? sama :) hehe .. udah langsung aja Next, itu tuh tidak berpengaruh kok sama hotspot nantinya
28
27. DNS Server otomatis ada karena kita telah melakukan setting tadi di Mikrotik Virtual Box. Langsung Next saja
29
28. Untuk DNS Name itu di kosongkan saja, pilih saja langsung next untuk melanjutkan proses setting . Kok Next mulu si? ya iya, soalnya kalo di cancel berarti membatalkan Setting heheh :D
30
29. Berikutnya, tentukan Username dan Password dari Hotspot yang ingin kita gunakan nanti. Disini saya menggunakan username admin dan passwordnya kosong
31
30. Nah kalo sudah di setup, WinBox akan otomatis terputus . Akan seperti ini tampilannya, jadi jangan kaget ya ?? nanti panik lagi kayak saya pertama kali install ini heheh
32
31. Jika sudah , close saja WinBoxnya . Ketik di Address Bar Ip eth1 yang sudah kita setting tadi yaitu 199.199.199.61 . Jika ada tampilan sebagai berikut berarti konfigurasi kita benar . SELAMAT
33
32. Coba login menggunakan username admin . Jika berhasil berarti benar tapi jika tidak bisa login berarti ada yang salah dengan setting yang kita lakukan nanti
34
33. Sebenarnya sudah selesai tugas kita, tapi disini saya akan mencoba mengganti tampilan Login dari
35
34. Setelah itu, copy semua file yang berada dalam file templates tersebut ke ftp://199.199.199.61
36
35. Berikutnya kita ke ftp IP , lalu login dengan username yang telah kita buat tadi.
37
36. Lalu buka folder hotspot, setlah itu replace semua file yang kita copy tadi ke dalam isi folder hotspot :)
38
37. Terkadang orang terjebak dengan tampilan ini, kalau kita tunggu akan menghabiskan waktu seharian jika kita tunggu. Jadi Minimize saja.
39
38. Nah disini pilih Yes to All  untuk mereplace semua file yang telah kita copy tadi .
40
39. Lalu buka Browser lagi, terus log off kemudian login lagi seperti gambar berikut.
41
40. Selanjutnya clear semua History yang ada di browser kemudian tutup lagi browser lalu buka kembali browsernya.
42
41. Ketikkan kembali IP eth1 nya , kemudian akan tampil tampilan login berikut . Tampilannya sesuai dengan templates yang kita download tadi. Kalo punya saya template loginnya jadi seperti ini :) , keren kan?? heheh :D
43
42. Terakhir, coba login kembali . Jika bisa, maka konfigurasi kita telah berhasil . Jadi deh tampilan Hotspot kita yang keren :D hahhaha
44
Mudah bukan cara settingnya, mungkin sampai disini perjumpaan kita pada cara setting mikrotik menggunakan virtualbox dn besok saya akan kembali lagi berbagi pengetahuan kepada anda. Jika informasi yang saya tulis ini ada yang salah mohon kabarin saya biar saya sunting.

Menu-Menu Dalam Datacenter ProxmoxVE

Banyak menu pada proxmox dan berada pada Datacenter yaitu  Search , Summary , Options , Storage , Backup , Users , Groups , Pools , Permissi...